Saat gamang mendekap, rasanya tak begitu yakin mampu bertanya, kenapa setiap musim yang terlalui tak pernah meninggalkan namanya…Seperti teduh angin sore sesekali luruhkan helai daun yang berserak dan lembab oleh hujan…
………………………
Ada cerita kembali terdengar seperti suara hujan jatuh di dedaunan, tanah dan atap rumah…serupa irama detik jam atau suara helaan nafas….Sunyi dan selarik puisi tentangmu menyekapku dalam labirin rindu yang panjang… Sekejap menjadi lengkap ketika aku berpapasan dengan rasamu.. Ah… cinta datang tanpa memberi kita waktu yang panjang untuk membicarakannya, katamu menggerimis serupa kecupan….
……………………….
Ku urai cerita ini sekedar mengenangmu dalam sebuah kerinduan yang paling hening, berharap hatimu menyampaikan sesuatu dengan sederhana… kelak saat malam mengendap senyap, aku dan kamu temukan ruang yang cukup mesra untuk menafsirkan sebentuk cinta lewat puisi dan juga doa…

0 komentar:
Posting Komentar