Selasa, 03 September 2013

Bangunkan Aku Ombak.. :)

Suara jangkrik masih nyaring terdengar, sayup gulita malam mencekik pergelangan kaki menahan langkah ku. Jam dinding menunjukan pukul 4 kurang saat aku keluar dari rumah tanpa mengabari ayah ibu. Perlu  sekitar 40 langkah untuk sampai ke tujuan selanjutnya. Rumah Al, begitu kumemanggilnya. Ia adalah sahabat bermain semenjak sembilan bulan yang lalu , lebih tua 1 tahun membuat-nya menjadi Abang untukku..

Aku ragu apakah Al sudah bangun atau belum, dari jauh pintu rumahnya masih tertutup. Belum lagi aku harus melewati sekolah tua yang katanya angker. Seolah langkah terbawa angin untuk terus lanjut kesana, membangunkan atau menjemput janji kemaren sore bersamanya. Main Kepantai Jam 4 Pagi.

Jarak yang bisa di bilang tak jauh dari pantai, membuat ombak terdengar jelas dan membangunkan ku subuh ini. Teringat janji kemaren yang mengajaknya ‘Olahraga’ jam 4 ke pantai. Maklum kami anak desa yang gak ada taman bermain disini.

Benar saja, Al dan Keluarganya belum bangun. Aku tak berani mengetok pintu atau mengucap salam. Ku duduk di depan pintu rumahnya yang tak berteras, melengkungkan lutut dan menyandarkan kepala di atasnya. Hingga ku dengar suara pintu terbuka di belakangku

Pelan ku bangunkan si Abangku, dan akhirnya terbangun meski dengan sedikit geliat malas. Tapi semangatku tiap minggu subuh untuk pergi kepantai menghapus kemalasannya.

Berdua dengannya , kami susuri jalan gelap menuju pantai kebanggaan. Bagaimana tidak bangga, ini adalah satu-satunya tempat paling menarik di desa kami. Gelap, Masih gelapp sekali. Beberapa rumah yang kami lewati sudah mengawali aktifitas seperti hari biasanya. Mencuci penggorengan dan panci yang di di bawahnya hitam di penuhi arang.

Ah… segar aroma pantai, desir anginnya memainkan ujung jilbab panjangku. Ombak Besar gagal menakuti kami yang larut akan indahnya alam. Sandal kami titipkan di pinggir pantai yang tak bertuan. Lanjut kami telusuri butiran pasir demi pasir, hingga matahari datang menemani kami.
——————————
Al, kapan kita bisa seperti itu lagi.Menikmati pantai sesubuh itu. Menjadikan pantai seperti hanya milik kita. Ombak,Tolong Panggil dan bangunkan kami lagi :)



*bisa saja hanya sekedar khayalan-

0 komentar:

Posting Komentar

Selasa, 03 September 2013

Bangunkan Aku Ombak.. :)

Diposting oleh Unknown di 04.48
Suara jangkrik masih nyaring terdengar, sayup gulita malam mencekik pergelangan kaki menahan langkah ku. Jam dinding menunjukan pukul 4 kurang saat aku keluar dari rumah tanpa mengabari ayah ibu. Perlu  sekitar 40 langkah untuk sampai ke tujuan selanjutnya. Rumah Al, begitu kumemanggilnya. Ia adalah sahabat bermain semenjak sembilan bulan yang lalu , lebih tua 1 tahun membuat-nya menjadi Abang untukku..

Aku ragu apakah Al sudah bangun atau belum, dari jauh pintu rumahnya masih tertutup. Belum lagi aku harus melewati sekolah tua yang katanya angker. Seolah langkah terbawa angin untuk terus lanjut kesana, membangunkan atau menjemput janji kemaren sore bersamanya. Main Kepantai Jam 4 Pagi.

Jarak yang bisa di bilang tak jauh dari pantai, membuat ombak terdengar jelas dan membangunkan ku subuh ini. Teringat janji kemaren yang mengajaknya ‘Olahraga’ jam 4 ke pantai. Maklum kami anak desa yang gak ada taman bermain disini.

Benar saja, Al dan Keluarganya belum bangun. Aku tak berani mengetok pintu atau mengucap salam. Ku duduk di depan pintu rumahnya yang tak berteras, melengkungkan lutut dan menyandarkan kepala di atasnya. Hingga ku dengar suara pintu terbuka di belakangku

Pelan ku bangunkan si Abangku, dan akhirnya terbangun meski dengan sedikit geliat malas. Tapi semangatku tiap minggu subuh untuk pergi kepantai menghapus kemalasannya.

Berdua dengannya , kami susuri jalan gelap menuju pantai kebanggaan. Bagaimana tidak bangga, ini adalah satu-satunya tempat paling menarik di desa kami. Gelap, Masih gelapp sekali. Beberapa rumah yang kami lewati sudah mengawali aktifitas seperti hari biasanya. Mencuci penggorengan dan panci yang di di bawahnya hitam di penuhi arang.

Ah… segar aroma pantai, desir anginnya memainkan ujung jilbab panjangku. Ombak Besar gagal menakuti kami yang larut akan indahnya alam. Sandal kami titipkan di pinggir pantai yang tak bertuan. Lanjut kami telusuri butiran pasir demi pasir, hingga matahari datang menemani kami.
——————————
Al, kapan kita bisa seperti itu lagi.Menikmati pantai sesubuh itu. Menjadikan pantai seperti hanya milik kita. Ombak,Tolong Panggil dan bangunkan kami lagi :)



*bisa saja hanya sekedar khayalan-

0 komentar on "Bangunkan Aku Ombak.. :)"

Posting Komentar


 

Nufa La'la' Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang