Minggu, 26 Mei 2013

Aku tidak mau Menulis...

tadi, pagi-pagi sekali aku tersentak bangun,,
mengamati sudut-sudut kamarku yang kurasa sudah cukup pengap..
tak kutemukan penyejuk mata di sana.
yang ada hanya robekan-robekan kertas berserakan,,
muncratan tinta kemana-mana-

lalu atas dasar apa aku masih saja mengurung diri di kamar ini?
bukankah di luar cuaca sedang nyaman, berikut kata teman-temanku..
ah, tidak.. aku masih mengingat betul percakapan kita malam kemaren

"Kau penulis sayang, penulis apapun.."
"tidak"
"terlalu banyak yang mampu kau baca dan kau tulis"
"aku muak"
"hanya karena kau tak suka"
"bukan itu!"
"lantas?"
"ah, sudahlah, tiba-tiba aku ngantuk"

kamu, sama sekali tak kan pernah mengerti
kenapa aku berhenti menulis..
aku sedang melakukan dialog akbar dengan nuraniku sendiri
kau tau? begitu banyak buku yang kuterbitkan.
begitu banyak tulisan-tulisanku yang dibaca orang..
media sudah cukup muak dengan nama penulis sepertiku..
tapi apa? tulisanku hanya bisa mengghasilkan uang, tak ada yang lain..

berapa kali aku menulis tentang ketimpangan negeri ini? 
malah aku yang akhirnya harus mendatangi jaksa karena tulisanku menjatuhkan
pemimpin-pemimpin kita sendiri..

berapa kali aku terbitkan buku motivasi?
tetang kehebatan waktu yang menghegemoni?
malah pernah kulihat sampul bukuku jadi untal-untalan bocah-bocah SD

lalu untuk apa aku menulis?
tulisanku hanya sebagai wahana profesiku
aku tak mau itu, sangat tak mau!

Aku ingin tulisanku bermakna,
mampu mengubah ketimpangan negeri ini
pun membuat semua bisa hargai waktu
dan masih banyak hal lainnya yang kurasa mereka perlu tau  itu..

tapi sampai detik ini pun, tulisanku hanya laku dipercetakan, tak laku di perbuatan!
maka sekarang, bacalah tulisanku!
agar aku punya gairah menulis kembali
seperti yang ibu-ayah citakan.
aku mau menulis dengan adanya perubahan setelah tulisanku terbit

Aku tak mau menulis jika tulisanku tak mampu mengubah apa-apa!

0 komentar:

Posting Komentar

Minggu, 26 Mei 2013

Aku tidak mau Menulis...

Diposting oleh Unknown di 23.53
tadi, pagi-pagi sekali aku tersentak bangun,,
mengamati sudut-sudut kamarku yang kurasa sudah cukup pengap..
tak kutemukan penyejuk mata di sana.
yang ada hanya robekan-robekan kertas berserakan,,
muncratan tinta kemana-mana-

lalu atas dasar apa aku masih saja mengurung diri di kamar ini?
bukankah di luar cuaca sedang nyaman, berikut kata teman-temanku..
ah, tidak.. aku masih mengingat betul percakapan kita malam kemaren

"Kau penulis sayang, penulis apapun.."
"tidak"
"terlalu banyak yang mampu kau baca dan kau tulis"
"aku muak"
"hanya karena kau tak suka"
"bukan itu!"
"lantas?"
"ah, sudahlah, tiba-tiba aku ngantuk"

kamu, sama sekali tak kan pernah mengerti
kenapa aku berhenti menulis..
aku sedang melakukan dialog akbar dengan nuraniku sendiri
kau tau? begitu banyak buku yang kuterbitkan.
begitu banyak tulisan-tulisanku yang dibaca orang..
media sudah cukup muak dengan nama penulis sepertiku..
tapi apa? tulisanku hanya bisa mengghasilkan uang, tak ada yang lain..

berapa kali aku menulis tentang ketimpangan negeri ini? 
malah aku yang akhirnya harus mendatangi jaksa karena tulisanku menjatuhkan
pemimpin-pemimpin kita sendiri..

berapa kali aku terbitkan buku motivasi?
tetang kehebatan waktu yang menghegemoni?
malah pernah kulihat sampul bukuku jadi untal-untalan bocah-bocah SD

lalu untuk apa aku menulis?
tulisanku hanya sebagai wahana profesiku
aku tak mau itu, sangat tak mau!

Aku ingin tulisanku bermakna,
mampu mengubah ketimpangan negeri ini
pun membuat semua bisa hargai waktu
dan masih banyak hal lainnya yang kurasa mereka perlu tau  itu..

tapi sampai detik ini pun, tulisanku hanya laku dipercetakan, tak laku di perbuatan!
maka sekarang, bacalah tulisanku!
agar aku punya gairah menulis kembali
seperti yang ibu-ayah citakan.
aku mau menulis dengan adanya perubahan setelah tulisanku terbit

Aku tak mau menulis jika tulisanku tak mampu mengubah apa-apa!

0 komentar on "Aku tidak mau Menulis..."

Posting Komentar


 

Nufa La'la' Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang