Senin, 20 Mei 2013

INI BUKAN LELUCON SAYANG…!



Nufa La’la’

            Jangan ragukan kesanggupanku untuk bertahan. Sebab aku paham betul apa itu pilihan.memilih senyum, sapa dan salammu tentu menjadi tuntutan bagiku. Lantas kenapa harus kecewa saat menunggu?. Kalau tak paham tentang rindu, jangan coba-coba menunggu. Pikiran akan kacauberkecamuk. Nafsu pun seakan membuana. Dan itu yang dielu-elukan sebagai rindu. Padahal rindu akan mampu bertahan dengan posisi bibir melengkung, serupa pelangi terbalik..
            Ya, kali ini aku memilih rindu, dan bertahan menunggu. Padahal bukan rangfkaian bunga yang  akan kuterima, bukan pula cokelat Fry yang akan kudapatkan. Sebab menurutmu, kotamu jauh dari kotaku. Entah yang sebenarnya.. yang jelas, aku merindumu yang tak pernah kutahu wajahmu. Tapi sungguh itu sangat mengokohkanku. Dan cukup membuatku berdiri tegak tak berarah. Itu karenamu..
            Perempuan mana yang berani mengkultuskan rindu pada sosok lelaki yang belum ia tahu. Mungkin hanya aku yang berani bertaruh. Oh, aku lupa.. aku punya sahabat. Diapun sedang bermain rindu bersama lelaki yang tak pernah dikenalnya. Tapi dia begitu yakin akan pilihannya, akna mengantarnya menuju rumah bahagia nantinya. Layaknya sang sahabat, akupun begitu. Sangat yakin dengan pilihan ini, yakin kau memiliki cinta untukku.. semoga!
            Entah ini apa namanya, perjanjian tak bersejarah kukira. Dengan serempaknya, aku dan sahabatku memilih rindu untuk kita persembahkan pada sosok yang tabu. Perempuan lainnya mana mau bercinta lintas kota.. ah, semisal lelucon dalam dongeng-dongeng terdahulu.. tapi ini duniaku, pun begitu ungkap sahabatku..
            Seperti apakah kamu, aku tak peduli. Terlalu bodoh bagiku menanyakan hal-hal serupa. Memangnya hatiku mau kukorbankan untuk rupa? Tentu tidak,, Siapa sangka tokoh-tokoh amoral negeri ini diperankan oleh pemain-pemain tak buruk rupa. Lalu mungkinkah itu semua ditukar dengan hati? Sekali lagi tidak. Hati harus dibalas dengan hati. Itulah sebabnya aku menjatuhkan pilihan di KAMU. Sebab hatiku tau hatimu, pun sebaliknya.
            Ta’aruf hati itu sudah cukup bagiku. Sebagai awal membentuk senyum di persimpangan jalan buntu. Dan pada akhirnya kisah ini tak akan konyol,meski hanya berawal dari kenekatanku. Kisah ini akan indah pada waktunya. Di saat mereka anggap ini cerita konyol atau bahkan berdecak kagum dengan bahagia yang kita sulam di balik kekonyolan. Padahal ini bukan sekedar lelucon sayang.. Kata indah akan ada di hadapan jodoh masing-masing, percayalah!

*jangan mau merugi dengan menilai rupa melalui kedalaman hati..  

0 komentar:

Posting Komentar

Senin, 20 Mei 2013

INI BUKAN LELUCON SAYANG…!

Diposting oleh Unknown di 02.11


Nufa La’la’

            Jangan ragukan kesanggupanku untuk bertahan. Sebab aku paham betul apa itu pilihan.memilih senyum, sapa dan salammu tentu menjadi tuntutan bagiku. Lantas kenapa harus kecewa saat menunggu?. Kalau tak paham tentang rindu, jangan coba-coba menunggu. Pikiran akan kacauberkecamuk. Nafsu pun seakan membuana. Dan itu yang dielu-elukan sebagai rindu. Padahal rindu akan mampu bertahan dengan posisi bibir melengkung, serupa pelangi terbalik..
            Ya, kali ini aku memilih rindu, dan bertahan menunggu. Padahal bukan rangfkaian bunga yang  akan kuterima, bukan pula cokelat Fry yang akan kudapatkan. Sebab menurutmu, kotamu jauh dari kotaku. Entah yang sebenarnya.. yang jelas, aku merindumu yang tak pernah kutahu wajahmu. Tapi sungguh itu sangat mengokohkanku. Dan cukup membuatku berdiri tegak tak berarah. Itu karenamu..
            Perempuan mana yang berani mengkultuskan rindu pada sosok lelaki yang belum ia tahu. Mungkin hanya aku yang berani bertaruh. Oh, aku lupa.. aku punya sahabat. Diapun sedang bermain rindu bersama lelaki yang tak pernah dikenalnya. Tapi dia begitu yakin akan pilihannya, akna mengantarnya menuju rumah bahagia nantinya. Layaknya sang sahabat, akupun begitu. Sangat yakin dengan pilihan ini, yakin kau memiliki cinta untukku.. semoga!
            Entah ini apa namanya, perjanjian tak bersejarah kukira. Dengan serempaknya, aku dan sahabatku memilih rindu untuk kita persembahkan pada sosok yang tabu. Perempuan lainnya mana mau bercinta lintas kota.. ah, semisal lelucon dalam dongeng-dongeng terdahulu.. tapi ini duniaku, pun begitu ungkap sahabatku..
            Seperti apakah kamu, aku tak peduli. Terlalu bodoh bagiku menanyakan hal-hal serupa. Memangnya hatiku mau kukorbankan untuk rupa? Tentu tidak,, Siapa sangka tokoh-tokoh amoral negeri ini diperankan oleh pemain-pemain tak buruk rupa. Lalu mungkinkah itu semua ditukar dengan hati? Sekali lagi tidak. Hati harus dibalas dengan hati. Itulah sebabnya aku menjatuhkan pilihan di KAMU. Sebab hatiku tau hatimu, pun sebaliknya.
            Ta’aruf hati itu sudah cukup bagiku. Sebagai awal membentuk senyum di persimpangan jalan buntu. Dan pada akhirnya kisah ini tak akan konyol,meski hanya berawal dari kenekatanku. Kisah ini akan indah pada waktunya. Di saat mereka anggap ini cerita konyol atau bahkan berdecak kagum dengan bahagia yang kita sulam di balik kekonyolan. Padahal ini bukan sekedar lelucon sayang.. Kata indah akan ada di hadapan jodoh masing-masing, percayalah!

*jangan mau merugi dengan menilai rupa melalui kedalaman hati..  

0 komentar on "INI BUKAN LELUCON SAYANG…!"

Posting Komentar


 

Nufa La'la' Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang