Jumat, 24 Mei 2013

Ceritaku pada Mentari..



Sepertinya hari ini aku malu bertemu mentari. Semalaman dia cukup lama memarahiku, karena melihatku sedang bersama Bulan. Padahal  yang ia tau, aku kekasih Bintang, sahabatnya. Dia terus saja memarahiku,  tanpa  mau dengarkan aku ingin menjelaskan..

Kali ini akan kujelaskan pada mentari:

Mentari, kumohon mengertilah, berburuk sangka itu tak baik!.. Aku sama sekali tak suka Bulan seperti yang kau tuduhkan. Aku tahu Bulan yang secara ilegal mencuri sinarmu. Tapi semalaman aku sekedar kelelahan, dan ingin menceritakan apa yang ingin kuceritakan, pada siapapun.. Aku lelah, sebab seharian hujan. Bisa dibayangkan betapa aku kelimpungan menutup telinga bahkan mata untuk tidak mendengar  dan melihat setiap tetesnya. Aku jumud. Maka malam harinya, aku berlari keluar rumahku, saat hujan sudah mau mengerti  dan mau pergi. Hanya terduduk di halaman, berhahrap si Bintang datang. Tapi yang kutunggu tak kujung datang-. dan saat itu kudengar Bulan berbisik, tawarkan persahabatan. Aku mau saja nyeloteh di depannya.. Aku sekedar ingin berbagi, saat yang ingin kubagi masih sedang berbagi..

Mentari, mengertilah!  Aku hanya ingin didengarkan, oleh siapapun..

0 komentar:

Posting Komentar

Jumat, 24 Mei 2013

Ceritaku pada Mentari..

Diposting oleh Unknown di 22.26


Sepertinya hari ini aku malu bertemu mentari. Semalaman dia cukup lama memarahiku, karena melihatku sedang bersama Bulan. Padahal  yang ia tau, aku kekasih Bintang, sahabatnya. Dia terus saja memarahiku,  tanpa  mau dengarkan aku ingin menjelaskan..

Kali ini akan kujelaskan pada mentari:

Mentari, kumohon mengertilah, berburuk sangka itu tak baik!.. Aku sama sekali tak suka Bulan seperti yang kau tuduhkan. Aku tahu Bulan yang secara ilegal mencuri sinarmu. Tapi semalaman aku sekedar kelelahan, dan ingin menceritakan apa yang ingin kuceritakan, pada siapapun.. Aku lelah, sebab seharian hujan. Bisa dibayangkan betapa aku kelimpungan menutup telinga bahkan mata untuk tidak mendengar  dan melihat setiap tetesnya. Aku jumud. Maka malam harinya, aku berlari keluar rumahku, saat hujan sudah mau mengerti  dan mau pergi. Hanya terduduk di halaman, berhahrap si Bintang datang. Tapi yang kutunggu tak kujung datang-. dan saat itu kudengar Bulan berbisik, tawarkan persahabatan. Aku mau saja nyeloteh di depannya.. Aku sekedar ingin berbagi, saat yang ingin kubagi masih sedang berbagi..

Mentari, mengertilah!  Aku hanya ingin didengarkan, oleh siapapun..

0 komentar on "Ceritaku pada Mentari.."

Posting Komentar


 

Nufa La'la' Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang