Selasa, 11 Maret 2014

Pinta Sederhana

Hai!

Aku menuliskan surat ini dari desakan beberapa rasa yang tiba-tiba menyenggol ruang kerja kepala. Atau sebut saja, aku terlalu malu untuk memberitahumu bahwa aku rindu. Entah berapa juta detik lalu, mata kita pernah beradu, lalu merakam setiap gambarmu dalam retinaku. Jarak memang pendesak. Hingga kau alami irama sesak, itu pertanda bahwa rindu sudah beranak pinak. Dan kali ini aku mempersilahkan aksaraku untuk berbisik pelan lewat matamu.

"Aku rindu, kamu"

Selain jarak, bukankah kepastian juga tak pernah berpihak? Aku hanya menunggu hadiah dari Tuhan, kalau-kalau bisa sesekali dipertemukan. Aku hanya menunggu hari dari Tuhan, kalau-kalau hadirmu bisa kutemukan. Aku hanya menunggu sebuah keajaiban, bahwa Tuhan setuju bahwa kita dipersatukan. Apa itu doa yang terlalu tinggi? Apa aku sudah melayang jauh berpuluh senti dari tanah tempatku berpijak?

Aku hanya ingin mengingatkanmu, lima hari lagi empat belas manis itu tiba. Empat belas manis dimana orang-orang yang percaya cinta, merayakannya. Mungkin kamu akan melihat seorang pria asing yang duduk di sebuah restoran dengan perempuannya, bersujud dan menawarkan sebuah kotak berisikan cincin, lalu melamarnya. Seorang pria yang malu-malu karena tak pernah dicap romantis oleh dirinya sendiri pun berhasil membawakan bunga untuk perempuannya. Atau sekotak coklat yang sudah dibungkus dengan manis dan secarik surat yang seorang pria selipkan di meja kantor, calon perempuannya.

Ada banyak cara, kita pun sudah sering mendengar dan melihatnya. Tapi entah kenapa, bukan itu yang berada di prioritas inginku. Aku hanya ingin sesederhana kamu ada. Aku hanya tak ingin sebuah tiada atau kehilangan yang samar-samar akan terciptakan. Aku hanya ingin empat belas manis yang begitu sederhana bisa mendesirkan debar-debar dalam dada, karena kamu ada. Saat membuka pintu rumahku, aku tak butuh paket kejutan yang dilakukan beberapa pria untuk membuat hati perempuannya bahagia. Aku hanya ingin ada langkah kakimu yang mendekat, lalu menetap.

Boleh?

0 komentar:

Posting Komentar

Selasa, 11 Maret 2014

Pinta Sederhana

Diposting oleh Unknown di 00.44
Hai!

Aku menuliskan surat ini dari desakan beberapa rasa yang tiba-tiba menyenggol ruang kerja kepala. Atau sebut saja, aku terlalu malu untuk memberitahumu bahwa aku rindu. Entah berapa juta detik lalu, mata kita pernah beradu, lalu merakam setiap gambarmu dalam retinaku. Jarak memang pendesak. Hingga kau alami irama sesak, itu pertanda bahwa rindu sudah beranak pinak. Dan kali ini aku mempersilahkan aksaraku untuk berbisik pelan lewat matamu.

"Aku rindu, kamu"

Selain jarak, bukankah kepastian juga tak pernah berpihak? Aku hanya menunggu hadiah dari Tuhan, kalau-kalau bisa sesekali dipertemukan. Aku hanya menunggu hari dari Tuhan, kalau-kalau hadirmu bisa kutemukan. Aku hanya menunggu sebuah keajaiban, bahwa Tuhan setuju bahwa kita dipersatukan. Apa itu doa yang terlalu tinggi? Apa aku sudah melayang jauh berpuluh senti dari tanah tempatku berpijak?

Aku hanya ingin mengingatkanmu, lima hari lagi empat belas manis itu tiba. Empat belas manis dimana orang-orang yang percaya cinta, merayakannya. Mungkin kamu akan melihat seorang pria asing yang duduk di sebuah restoran dengan perempuannya, bersujud dan menawarkan sebuah kotak berisikan cincin, lalu melamarnya. Seorang pria yang malu-malu karena tak pernah dicap romantis oleh dirinya sendiri pun berhasil membawakan bunga untuk perempuannya. Atau sekotak coklat yang sudah dibungkus dengan manis dan secarik surat yang seorang pria selipkan di meja kantor, calon perempuannya.

Ada banyak cara, kita pun sudah sering mendengar dan melihatnya. Tapi entah kenapa, bukan itu yang berada di prioritas inginku. Aku hanya ingin sesederhana kamu ada. Aku hanya tak ingin sebuah tiada atau kehilangan yang samar-samar akan terciptakan. Aku hanya ingin empat belas manis yang begitu sederhana bisa mendesirkan debar-debar dalam dada, karena kamu ada. Saat membuka pintu rumahku, aku tak butuh paket kejutan yang dilakukan beberapa pria untuk membuat hati perempuannya bahagia. Aku hanya ingin ada langkah kakimu yang mendekat, lalu menetap.

Boleh?

0 komentar on "Pinta Sederhana"

Posting Komentar


 

Nufa La'la' Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang