Aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah serbuk mawar,
atau batu topaz atau panah anyelir yang membakar.
aku mencintaimu selayaknya beberapa hal terlarang dicintai,
secara diam – diam , diantara bayangan dan jiwa.
Aku mencintaimu seperti tumbuhan yang tak pernah mekar
dan membawa jiwa bunga – bunga itu dalam dirinya,
dan karena cintamu.
Aroma bumi yang pekat tumbuh diam – diam
didalam tubuhku
Aku mencintaimu,
tanpa tahu mengapa,
sejak kapan, atau dari mana
Aku mencintaimu dengan sederhana,
tanpa macam-macam, tanpa kesombongan;
Aku mencintaimu seperti ini,
karena bagiku tak ada cara lain untuk mencintai.
Disini : dimana “aku”dan “ kau” tiada,
begitu dekat, sehingga tanganmu di atas dadaku adalah tanganku,
begitu dekat, sehingga ketika kau tertidur,
Kelopak matakulah yang terpejam.

0 komentar:
Posting Komentar