Sesekali,
sering kutengok di seberang selat
apakah masih engkau nyalakn obor-obor
di pematang bekas tapak-tapakku
kalau kemarin masih kunyanyikan tembang
yang menjadi milik kita saja
Sebab,
aku takut bajwa engkau akan menjadi jengah
duduk ataupun berbaring
di bawah pohon yang masih saja
menyimpan pahatan nama kita
Sesekali,
kkepang sendiri kata maaf
agar juntaiannya menembus telak
di balik dadamu
agar tak kudengar lagi
betapa genting saat-saat kau menghela nafas
Sesekali,
kupilih dengan berani sebuah mimpi
di tepi sungai kesukaanmu
kau selipkan kembang-kembang kemarin
saraya kau bisikkan
"sudahlah, lupakan itu"
*Lintang Sugianto dalam 'Kusampaikan'

0 komentar:
Posting Komentar