Minggu, 03 November 2013

Perjalanan Pemuda Indonesia..

Dulu mereka mengangkat bendera “asal” mereka masing-masing
mau menyatakan bahwa mereka berbeda.


Tapi mereka berkumpul dan menyatukan kekuatan.

Menyatakan Sumpah Bersama. Satu Indonesia.

Sekarang mereka menghormati bendera yang sama
di tanah milik bersama.

Tapi yang mereka kejar kemakmuran masing-masing

Perbedaan menjadi isu yang sensitif.

ketika tersentuh maka darah pun tercurah,
bukan karena pengorbanan,
tapi korban kemunafikan.


Ternyata kenyamanan dan kemakmuran berhasil memecah mereka.

Kenyamanan dan kemakmurannya berhasil menjajah mereka.

Kecerdasannya tidak lagi menuntunnya untuk bersatu.

Jubah Sucinya menjadi Pembeda tubuh yang berdaki
dengan tubuh berdaki lainnya.

Mereka yang dulu bersatu dan berjuang kini telah terlupakan.

Yang muncul sekarang adalah pemuda-pemuda
yang memimpin perusahaannya di balik jeruji,
terpenjara oleh persundalannya.

Sudah wafatkah perjuangan itu?
Sudah matikah persatuan itu?
sehingga kini yang tertinggal hanya kuburan-kuburan yang diberi cat putih.
*Salam Sumpah Pemuda.

0 komentar:

Posting Komentar

Minggu, 03 November 2013

Perjalanan Pemuda Indonesia..

Diposting oleh Unknown di 18.47
Dulu mereka mengangkat bendera “asal” mereka masing-masing
mau menyatakan bahwa mereka berbeda.


Tapi mereka berkumpul dan menyatukan kekuatan.

Menyatakan Sumpah Bersama. Satu Indonesia.

Sekarang mereka menghormati bendera yang sama
di tanah milik bersama.

Tapi yang mereka kejar kemakmuran masing-masing

Perbedaan menjadi isu yang sensitif.

ketika tersentuh maka darah pun tercurah,
bukan karena pengorbanan,
tapi korban kemunafikan.


Ternyata kenyamanan dan kemakmuran berhasil memecah mereka.

Kenyamanan dan kemakmurannya berhasil menjajah mereka.

Kecerdasannya tidak lagi menuntunnya untuk bersatu.

Jubah Sucinya menjadi Pembeda tubuh yang berdaki
dengan tubuh berdaki lainnya.

Mereka yang dulu bersatu dan berjuang kini telah terlupakan.

Yang muncul sekarang adalah pemuda-pemuda
yang memimpin perusahaannya di balik jeruji,
terpenjara oleh persundalannya.

Sudah wafatkah perjuangan itu?
Sudah matikah persatuan itu?
sehingga kini yang tertinggal hanya kuburan-kuburan yang diberi cat putih.
*Salam Sumpah Pemuda.

0 komentar on "Perjalanan Pemuda Indonesia.."

Posting Komentar


 

Nufa La'la' Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang