Selasa, 11 Juni 2013

------> Ini sEpotoNg hAtiKu--

Nufa La'la'

Huft,, aku cukup lelah. sedari tadi berlarian mencari bongkahan-bongkahan hati yang tercecer. seluruh jalanan lengang sudah berhasil kutelusuri. Barangkali ada serpihan hatiku yang masih tertinggal. Sebelum disapu tukang sampah esok hari. Masuk ke tong sampah, di daur ulang, ah, remuk tentunya hatiku.. Maka kembali kucoba merakit semangat, tetap mencarinya-

Belum seberapa kepingan-kepingan yang kutemukan. yakinku masih banyak yang belum kudapat. Aku harus bisa mengumpulkannya sebelum hari benar-benar sore. Sebab malam nanti aku ada janji menemuimu, menunjukkan hatiku yang baru untuk kuberikan padamu- Ingin ku design seapik mungkin . Sebagai hadiah ulang tahunmu--

Eits, tunggu! sebelum menemaniku bercerita, mari temani aku mencari sisa-sisa hatiku yang hilang- Sebab beberapa hari lalu, hatiku sempat terjatuh, saat kumembawanya berlari- Hatiku pecah tak karuan,, sekarang kumencoba menatanya kembali. sebab menggantinya itu tak mungkin,, Aku belum cukup punya uang banyak untuk membelinya yang baru- Biarlah, kuperbaiki saja yang sudah kumiliki.. barangkali masih bisa tampak cantik setelah kuperbaiki nanti. Tapi masalahnya sekarang kepingan-kepingan hatiku belum lengkap.. huh-

Oh itu dia,, tergeletak kaku di bawah ranting akasia yang terjatuh- berlari kumenghampiri.. mengangkatnya pelan, kutumpuk bersama kepingan-kepingan yang lain- Yeah, sepertinya tinggal sedikit lagi yang masih belum kutemukan. Mari bantu aku mencari kembali- Tapi apakah tidak sebaiknya kususun saja yang sudah kudapat? bukankah nanti akan memudahkanku seberapa banyak yang harus kucari jika tidak lengkap? yah, aku akan menatanya terlebih dahulu-

Sesekali kumenyeka keringat dan debu di wajahku- Semua kepingan itu telah berhasil kususun. tapi... sepertinya ada satu bagian yang belum lengkap. Tampak tak sempurna di salah satu sudutnya- Ah, aku harus mencarinya kembali.. Tapi hari sudah mulai disapa senja. Apa tidak sebaiknya aku pulang saja? Sebenarnya aku belum benar-benar yakin, kekurangan itu memang asli dari bentuk asalnya atau memang karena terjatuh kemaren. Sebab aku tak pernah tahu bentuk aslinya, kemaren aku mendapatkannya dalam keadaan terbungkus dari Sang Maha Pemberi- Ah, mungkin hati yang kumiliki memang sedemikian bentuknya, lebih baik aku pulang saja, barangkali kau mau datang sebentar lagi..

Di Rumah:
Rumahku tampak sepi. tak ada tanda-tanda Ayah maupun Ibu di dalamnya. Duh, Ibu kemana? padahal aku ingin memintanya untuk membantuku membuat hati yang akan kuhadiahkan padamu seapik mungkin. Ibuku perempuan hebat. jangankan membuat hatiku menjadi indah, mengindahkan hal-hal yang belum pernah terciptapun aku yakin Ibu pasti bisa- 

Tapi sekarang Ibu tak di rumah? Aku melihat sepotong hati yang kususun susah payah dari tadi. Rasanya kau tak akan bahagia dengan pemberianku.. Ah, tapi mau gimana lagi? Belum sampai kuberanjak dari kebingunganku, tiba-tiba..

"Tok.. tok.. tok.."
Astaga, sepertinya kamu sudah datang, aduh- aku harus bagaimana?
KUberanikan diri membuka pintu, Uh, benar kamu. Bibirku kelu.. Tak mampu berucap, apapun-
Kau tersenyum menatapku, Ah Tuhan.. tak tega kiranya jika harus membuat senyum itu sirna sebentar lagi-

"Ini harimu, Selamat Ulang tahun Al-" Akhirnya keluar juga kalimat itu dari mulutku-

"Makasih sayang-" sambil mencium keningku.. Kau sosok yang benar-benar Arif  dan Bijaksana kurasa-
Aku menunduk, meneteskan air mata, tak tega memberikanmu hadiah semacam itu- Hatiku sudah kusut, tak sempurna pula.. huhu- Aku ingin menangis. Tapi tidak, tak baik membuat orang lain tahu luka kita, begitu ucap sahabatku-

Dalam posisi tetap menunduk, aku memberikan bungkusan kadoku yang berisi sepotong hati yang sangat amburadul-

"Ini.."

kau tampak membukanya, ,

Aku tak berani mendongak, air mataku masih saja menetes..

"Maaf Al, tak bisa menghadiahkan hati yang sempurna untukmu-" aku tersedu..

Kau tiba-tiba memedang pundakku, memelukku. erat.. KU dengar kau berbisik..

"Aku tak butuh hatimu yang sempurna sayang, Yang kumilikipun tak sempurna, Atau bahkan lebih buruk yang kau punya, bahagiaku sederhana Sayang.. cukup kau mengizinkanku memilikinya-"


Duh Tuhan,,
Air mataku kembali mendesak. Kali ini kurasa berbeda. Lega-


*Hanya itu dariku--
*Al-

0 komentar:

Posting Komentar

Selasa, 11 Juni 2013

------> Ini sEpotoNg hAtiKu--

Diposting oleh Unknown di 22.22
Nufa La'la'

Huft,, aku cukup lelah. sedari tadi berlarian mencari bongkahan-bongkahan hati yang tercecer. seluruh jalanan lengang sudah berhasil kutelusuri. Barangkali ada serpihan hatiku yang masih tertinggal. Sebelum disapu tukang sampah esok hari. Masuk ke tong sampah, di daur ulang, ah, remuk tentunya hatiku.. Maka kembali kucoba merakit semangat, tetap mencarinya-

Belum seberapa kepingan-kepingan yang kutemukan. yakinku masih banyak yang belum kudapat. Aku harus bisa mengumpulkannya sebelum hari benar-benar sore. Sebab malam nanti aku ada janji menemuimu, menunjukkan hatiku yang baru untuk kuberikan padamu- Ingin ku design seapik mungkin . Sebagai hadiah ulang tahunmu--

Eits, tunggu! sebelum menemaniku bercerita, mari temani aku mencari sisa-sisa hatiku yang hilang- Sebab beberapa hari lalu, hatiku sempat terjatuh, saat kumembawanya berlari- Hatiku pecah tak karuan,, sekarang kumencoba menatanya kembali. sebab menggantinya itu tak mungkin,, Aku belum cukup punya uang banyak untuk membelinya yang baru- Biarlah, kuperbaiki saja yang sudah kumiliki.. barangkali masih bisa tampak cantik setelah kuperbaiki nanti. Tapi masalahnya sekarang kepingan-kepingan hatiku belum lengkap.. huh-

Oh itu dia,, tergeletak kaku di bawah ranting akasia yang terjatuh- berlari kumenghampiri.. mengangkatnya pelan, kutumpuk bersama kepingan-kepingan yang lain- Yeah, sepertinya tinggal sedikit lagi yang masih belum kutemukan. Mari bantu aku mencari kembali- Tapi apakah tidak sebaiknya kususun saja yang sudah kudapat? bukankah nanti akan memudahkanku seberapa banyak yang harus kucari jika tidak lengkap? yah, aku akan menatanya terlebih dahulu-

Sesekali kumenyeka keringat dan debu di wajahku- Semua kepingan itu telah berhasil kususun. tapi... sepertinya ada satu bagian yang belum lengkap. Tampak tak sempurna di salah satu sudutnya- Ah, aku harus mencarinya kembali.. Tapi hari sudah mulai disapa senja. Apa tidak sebaiknya aku pulang saja? Sebenarnya aku belum benar-benar yakin, kekurangan itu memang asli dari bentuk asalnya atau memang karena terjatuh kemaren. Sebab aku tak pernah tahu bentuk aslinya, kemaren aku mendapatkannya dalam keadaan terbungkus dari Sang Maha Pemberi- Ah, mungkin hati yang kumiliki memang sedemikian bentuknya, lebih baik aku pulang saja, barangkali kau mau datang sebentar lagi..

Di Rumah:
Rumahku tampak sepi. tak ada tanda-tanda Ayah maupun Ibu di dalamnya. Duh, Ibu kemana? padahal aku ingin memintanya untuk membantuku membuat hati yang akan kuhadiahkan padamu seapik mungkin. Ibuku perempuan hebat. jangankan membuat hatiku menjadi indah, mengindahkan hal-hal yang belum pernah terciptapun aku yakin Ibu pasti bisa- 

Tapi sekarang Ibu tak di rumah? Aku melihat sepotong hati yang kususun susah payah dari tadi. Rasanya kau tak akan bahagia dengan pemberianku.. Ah, tapi mau gimana lagi? Belum sampai kuberanjak dari kebingunganku, tiba-tiba..

"Tok.. tok.. tok.."
Astaga, sepertinya kamu sudah datang, aduh- aku harus bagaimana?
KUberanikan diri membuka pintu, Uh, benar kamu. Bibirku kelu.. Tak mampu berucap, apapun-
Kau tersenyum menatapku, Ah Tuhan.. tak tega kiranya jika harus membuat senyum itu sirna sebentar lagi-

"Ini harimu, Selamat Ulang tahun Al-" Akhirnya keluar juga kalimat itu dari mulutku-

"Makasih sayang-" sambil mencium keningku.. Kau sosok yang benar-benar Arif  dan Bijaksana kurasa-
Aku menunduk, meneteskan air mata, tak tega memberikanmu hadiah semacam itu- Hatiku sudah kusut, tak sempurna pula.. huhu- Aku ingin menangis. Tapi tidak, tak baik membuat orang lain tahu luka kita, begitu ucap sahabatku-

Dalam posisi tetap menunduk, aku memberikan bungkusan kadoku yang berisi sepotong hati yang sangat amburadul-

"Ini.."

kau tampak membukanya, ,

Aku tak berani mendongak, air mataku masih saja menetes..

"Maaf Al, tak bisa menghadiahkan hati yang sempurna untukmu-" aku tersedu..

Kau tiba-tiba memedang pundakku, memelukku. erat.. KU dengar kau berbisik..

"Aku tak butuh hatimu yang sempurna sayang, Yang kumilikipun tak sempurna, Atau bahkan lebih buruk yang kau punya, bahagiaku sederhana Sayang.. cukup kau mengizinkanku memilikinya-"


Duh Tuhan,,
Air mataku kembali mendesak. Kali ini kurasa berbeda. Lega-


*Hanya itu dariku--
*Al-

0 komentar on "------> Ini sEpotoNg hAtiKu--"

Posting Komentar


 

Nufa La'la' Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang