Rabu, 05 Juni 2013

bElum SeLEsaI



Layaknya sopir Bus, tak tau kapan harus berhenti karena teriakan “stop” dari para penumpang dan kapan tancapkan gas kembali saat bermenit-menit menunggu penuhnya kursi oleh penumpang. Aku pun begitu, setidaknya untuk kali ini, tak tau cara memulai dan tak mampu berhenti. Namun ada banyak hal yang berlari-lari di otakku, mengejar kenangan yang menjadi bahan tulisan. Sebab aku sudah terlalu jumud dengan tulisan-tulisan penuh tata cara dan kode etik. Bulshit! Semuanya kini penuh kode etik, tak ada kepercayaan sedikitpun. Dunia kampusku saja, menyediakan kode etik yang tak kalah banyak dengan jumlah huruf hijaiyah. Ah, aku benar-benar jenuh dengan semua yang penuh aturan. Aku ingin sesekali menjadi diri sendiri, dengan peraturan-peraturanku sendiri, tapi pastinya dengan Allahku.
Oh, ya.. lupa kuperkenalkan. Aku gadis desa yang terobsesi jadi penulis. Entah sejak kapan aku menyukai dan menekuninya. Seingatku, sejak pertama mengenal eskrim dari orang tuaku, aku buru-buru lari ke kamar, ingin menarasikan “hore”ku pada setiap barisnya. Aku dulu paling suka menumpuk buku catatan untuk kutulis. Dalam seminggu, aku pasti menghasilkan tujuh tulisan. Tulisan-tulisanku ada di setiap hariku.. Dan aku paling suka mengumpulkan jenis-jenis buku harian yang designnya cantik.
Tapi itu dulu.. Semenjak memiliki seragam putih-donker dan putih abu-abu, aku malas membeli kertas. Merogoh kantongpun sepertinya hanya benang jahitan yang kudapat.  Aku lebih suka meminjam kertas anti-kusut di kantor OSIS atau bahkan di kantor karyawan magang calon Penulis semasa SMA dulu.
Hal yang paling tidak ingin kuselingkuhi adalah saat aku menutup telinga dengan earphone, mendengarkan musik  nuansa Pop atau bahkan lagu-lagu daerah yang paling nenek gandrungi.

0 komentar:

Posting Komentar

Rabu, 05 Juni 2013

bElum SeLEsaI

Diposting oleh Unknown di 01.39


Layaknya sopir Bus, tak tau kapan harus berhenti karena teriakan “stop” dari para penumpang dan kapan tancapkan gas kembali saat bermenit-menit menunggu penuhnya kursi oleh penumpang. Aku pun begitu, setidaknya untuk kali ini, tak tau cara memulai dan tak mampu berhenti. Namun ada banyak hal yang berlari-lari di otakku, mengejar kenangan yang menjadi bahan tulisan. Sebab aku sudah terlalu jumud dengan tulisan-tulisan penuh tata cara dan kode etik. Bulshit! Semuanya kini penuh kode etik, tak ada kepercayaan sedikitpun. Dunia kampusku saja, menyediakan kode etik yang tak kalah banyak dengan jumlah huruf hijaiyah. Ah, aku benar-benar jenuh dengan semua yang penuh aturan. Aku ingin sesekali menjadi diri sendiri, dengan peraturan-peraturanku sendiri, tapi pastinya dengan Allahku.
Oh, ya.. lupa kuperkenalkan. Aku gadis desa yang terobsesi jadi penulis. Entah sejak kapan aku menyukai dan menekuninya. Seingatku, sejak pertama mengenal eskrim dari orang tuaku, aku buru-buru lari ke kamar, ingin menarasikan “hore”ku pada setiap barisnya. Aku dulu paling suka menumpuk buku catatan untuk kutulis. Dalam seminggu, aku pasti menghasilkan tujuh tulisan. Tulisan-tulisanku ada di setiap hariku.. Dan aku paling suka mengumpulkan jenis-jenis buku harian yang designnya cantik.
Tapi itu dulu.. Semenjak memiliki seragam putih-donker dan putih abu-abu, aku malas membeli kertas. Merogoh kantongpun sepertinya hanya benang jahitan yang kudapat.  Aku lebih suka meminjam kertas anti-kusut di kantor OSIS atau bahkan di kantor karyawan magang calon Penulis semasa SMA dulu.
Hal yang paling tidak ingin kuselingkuhi adalah saat aku menutup telinga dengan earphone, mendengarkan musik  nuansa Pop atau bahkan lagu-lagu daerah yang paling nenek gandrungi.

0 komentar on "bElum SeLEsaI"

Posting Komentar


 

Nufa La'la' Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang