Anggaplah aku tokoh melankolis dalam sebuah alur cerita karangan penulis hebat. Lalu si tokoh aku menulis sebuah surat paling memilikuan.
Begini:
"Wahai kalian yang sering kupinjam telinganya saat aku mulai sibuk bercerita, yang sering kupinjam matanya saat aku sedang asyik-asyiknya menulis tentang apa saja, aku minta maaf. Meski aku sendiri yang sering memberitahu kalian betapa kata Terimakasih dan Maaf adalah dua kata paling tidak keren di dunia. Jika kalian tetap mempertahankan itu, baiklah. Aku rela menjadi yang paling tidak keren itu siang ini.
Aku cuma sedang menyamar menjadi Pemimpin Upacara yang bertugas melapor kepada sang Inspektur Upacara yang dalam benakku adalah kalian semua. Aku mau bilang bahwa besok-pagi sekali-aku akan pergi ke sebuah kota yang jangankan membayangkan, mendengar saja serasa otakku jauh terbang di atas kepala. Aku mau ke kota Imitasi serupa Thneedville yang sering aku ceritakan dalam film kesukaanku. Tak perlu kujelaskan lagi bagaimana suasanya kan? Intinya begini saja: Aku sedang tidak ingin melibatkan unsur manusia untuk hal-hal yang.. entahlah, mungkin apa saja. Sudah terlalu lama menjadi peran antagonis meski kujalankan dengan cara yang manis.
Satu kata tidak keren kedua: Terimakasih
Selamat siang!
*Met liefde "
0 komentar:
Posting Komentar