Namanya Sandal. Tapi aku biasa memanggilnya "Al".
Wajahnya tak tampan, tampak sedikit tirus. Dari pertemuanku beberapa bulan yang lalu dengannya, dia tak ubahnya seorang penyair gadungan yang jarang mandi apalagi merawat diri. Dia terkesan apa adanya, tak peduli orang mau bilang apa. Yang penting dia happy fun dengan hidupnya.
Namanya Sandal. Tapi orang biasa memanggilnya "Revo".
Entah darimana kata itu diambil, intinya sangat jauh dari nama aslinya (SANDAL)
Aku pun menyesuaikan panggilan jika berhadapan dengan teman-teman kampus dan kosnya. Jika tidak, seharian aku bilang mencari Al tak kan ada satupun yang berhasil memberitahuku dimana ia sedang berada.
Namanya Sandal. Tapi keluarganya biasa memanggilnya "Arif"
Aku makin bingung itu nama berasal darimana lagi. Bukankah mereka yang memberinama, lalu kenapa juga harus mereka yang salah dalam panggilan? Kenapa justru harus aku (yang entah dia panggil apa) mampu mamanggilmu dengan sebenar-benar namamu.
Begitu banyak panggilanmu, yang tak satupun sama denganku. Lalu siapakah yang tak layak? Aku?
Aku tak peduli siapa namamu, yang terpenting aku mencintaimu.
*Greeeeeek :D
Minggu, 08 Juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Minggu, 08 Juni 2014
Namanya Sandal ^^
Namanya Sandal. Tapi aku biasa memanggilnya "Al".
Wajahnya tak tampan, tampak sedikit tirus. Dari pertemuanku beberapa bulan yang lalu dengannya, dia tak ubahnya seorang penyair gadungan yang jarang mandi apalagi merawat diri. Dia terkesan apa adanya, tak peduli orang mau bilang apa. Yang penting dia happy fun dengan hidupnya.
Namanya Sandal. Tapi orang biasa memanggilnya "Revo".
Entah darimana kata itu diambil, intinya sangat jauh dari nama aslinya (SANDAL)
Aku pun menyesuaikan panggilan jika berhadapan dengan teman-teman kampus dan kosnya. Jika tidak, seharian aku bilang mencari Al tak kan ada satupun yang berhasil memberitahuku dimana ia sedang berada.
Namanya Sandal. Tapi keluarganya biasa memanggilnya "Arif"
Aku makin bingung itu nama berasal darimana lagi. Bukankah mereka yang memberinama, lalu kenapa juga harus mereka yang salah dalam panggilan? Kenapa justru harus aku (yang entah dia panggil apa) mampu mamanggilmu dengan sebenar-benar namamu.
Begitu banyak panggilanmu, yang tak satupun sama denganku. Lalu siapakah yang tak layak? Aku?
Aku tak peduli siapa namamu, yang terpenting aku mencintaimu.
*Greeeeeek :D
Wajahnya tak tampan, tampak sedikit tirus. Dari pertemuanku beberapa bulan yang lalu dengannya, dia tak ubahnya seorang penyair gadungan yang jarang mandi apalagi merawat diri. Dia terkesan apa adanya, tak peduli orang mau bilang apa. Yang penting dia happy fun dengan hidupnya.
Namanya Sandal. Tapi orang biasa memanggilnya "Revo".
Entah darimana kata itu diambil, intinya sangat jauh dari nama aslinya (SANDAL)
Aku pun menyesuaikan panggilan jika berhadapan dengan teman-teman kampus dan kosnya. Jika tidak, seharian aku bilang mencari Al tak kan ada satupun yang berhasil memberitahuku dimana ia sedang berada.
Namanya Sandal. Tapi keluarganya biasa memanggilnya "Arif"
Aku makin bingung itu nama berasal darimana lagi. Bukankah mereka yang memberinama, lalu kenapa juga harus mereka yang salah dalam panggilan? Kenapa justru harus aku (yang entah dia panggil apa) mampu mamanggilmu dengan sebenar-benar namamu.
Begitu banyak panggilanmu, yang tak satupun sama denganku. Lalu siapakah yang tak layak? Aku?
Aku tak peduli siapa namamu, yang terpenting aku mencintaimu.
*Greeeeeek :D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar