Selamat sore September..
Ini kutulis dalam beberapa jam sebelum senja: waktuku meminta segala organ tubuh untuk melaporkan kegiatannya seharian ini. Mau ketawa, nangis, nggerundel. Aku persilakan semua saudaraku menyampaikan keluhan dan kebanggaannya. Dan..
Kali ini aku akan melapor lebih awal, pinta sang Hati.
Lalu aku akan bicara atas nama Hati.
Begini:
Kau tau, semesta? Apa yang menggangguku bulan lalu? Aku Tuhan perkenalkan trik kesabaran yang lebih ekstra. Dimana yang paling aku butuhkan adalah ketenangan sampai di atas jam duabelas malam. Ini mata rasanya sudah menjadi mata terjelek dari yang pernah aku lihat sejak lahir. Berat badan juga entah berkurang berapa kilo di atas timbangan. Rambut yang memang dari awal acak-acakan, kali itu tambah berantakan. Aku bingung, itu sarang laba-laba atau anjing betina. Si pakaian juga sudah lama tak kurapikan dengan setrika warna biru milik anak kamar sebelah. Intinya aku amburadul banget sebulan ini (nggak hari ini loh ya :p )
Aku terlalu enggan menceritakan ada apa. Monster ingatanku sudah terlalu kejam memperingatkanku setiap malam. Aku dituntut untuk bisa menendangnya ke kandang paling jorok di sebuah desa terkumuh. Aku dilarang kembali merapikannya dalam lemari bernama kenangan. Tapi aku menyangkal. Dia siapa dan tau apa soal rasa sakit yang jujur aku sangat menikmati ketika merasakannya.
Dan berhari-hari setelahnya, aku serasa menemukan kebebasana luar biasa. Nyaman. Tenang. Tak banyak meminta dari seseorang. Happyfun aja :)
Sore ini, aku ingin mengenalkan senyum pertama paling tak ingin kulupakan dalam sejarah :)
Begini:(Ini bukan senyum kali. Ketawa :D )
Selasa, 30 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Selasa, 30 September 2014
Sepotong Sore di Langit September
Selamat sore September..
Ini kutulis dalam beberapa jam sebelum senja: waktuku meminta segala organ tubuh untuk melaporkan kegiatannya seharian ini. Mau ketawa, nangis, nggerundel. Aku persilakan semua saudaraku menyampaikan keluhan dan kebanggaannya. Dan..
Kali ini aku akan melapor lebih awal, pinta sang Hati.
Lalu aku akan bicara atas nama Hati.
Begini:
Kau tau, semesta? Apa yang menggangguku bulan lalu? Aku Tuhan perkenalkan trik kesabaran yang lebih ekstra. Dimana yang paling aku butuhkan adalah ketenangan sampai di atas jam duabelas malam. Ini mata rasanya sudah menjadi mata terjelek dari yang pernah aku lihat sejak lahir. Berat badan juga entah berkurang berapa kilo di atas timbangan. Rambut yang memang dari awal acak-acakan, kali itu tambah berantakan. Aku bingung, itu sarang laba-laba atau anjing betina. Si pakaian juga sudah lama tak kurapikan dengan setrika warna biru milik anak kamar sebelah. Intinya aku amburadul banget sebulan ini (nggak hari ini loh ya :p )
Aku terlalu enggan menceritakan ada apa. Monster ingatanku sudah terlalu kejam memperingatkanku setiap malam. Aku dituntut untuk bisa menendangnya ke kandang paling jorok di sebuah desa terkumuh. Aku dilarang kembali merapikannya dalam lemari bernama kenangan. Tapi aku menyangkal. Dia siapa dan tau apa soal rasa sakit yang jujur aku sangat menikmati ketika merasakannya.
Dan berhari-hari setelahnya, aku serasa menemukan kebebasana luar biasa. Nyaman. Tenang. Tak banyak meminta dari seseorang. Happyfun aja :)
Sore ini, aku ingin mengenalkan senyum pertama paling tak ingin kulupakan dalam sejarah :)
Begini:(Ini bukan senyum kali. Ketawa :D )
Ini kutulis dalam beberapa jam sebelum senja: waktuku meminta segala organ tubuh untuk melaporkan kegiatannya seharian ini. Mau ketawa, nangis, nggerundel. Aku persilakan semua saudaraku menyampaikan keluhan dan kebanggaannya. Dan..
Kali ini aku akan melapor lebih awal, pinta sang Hati.
Lalu aku akan bicara atas nama Hati.
Begini:
Kau tau, semesta? Apa yang menggangguku bulan lalu? Aku Tuhan perkenalkan trik kesabaran yang lebih ekstra. Dimana yang paling aku butuhkan adalah ketenangan sampai di atas jam duabelas malam. Ini mata rasanya sudah menjadi mata terjelek dari yang pernah aku lihat sejak lahir. Berat badan juga entah berkurang berapa kilo di atas timbangan. Rambut yang memang dari awal acak-acakan, kali itu tambah berantakan. Aku bingung, itu sarang laba-laba atau anjing betina. Si pakaian juga sudah lama tak kurapikan dengan setrika warna biru milik anak kamar sebelah. Intinya aku amburadul banget sebulan ini (nggak hari ini loh ya :p )
Aku terlalu enggan menceritakan ada apa. Monster ingatanku sudah terlalu kejam memperingatkanku setiap malam. Aku dituntut untuk bisa menendangnya ke kandang paling jorok di sebuah desa terkumuh. Aku dilarang kembali merapikannya dalam lemari bernama kenangan. Tapi aku menyangkal. Dia siapa dan tau apa soal rasa sakit yang jujur aku sangat menikmati ketika merasakannya.
Dan berhari-hari setelahnya, aku serasa menemukan kebebasana luar biasa. Nyaman. Tenang. Tak banyak meminta dari seseorang. Happyfun aja :)
Sore ini, aku ingin mengenalkan senyum pertama paling tak ingin kulupakan dalam sejarah :)
Begini:(Ini bukan senyum kali. Ketawa :D )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar